Minggu, 12 Oktober 2014

Sebuah Puisi

     Kali ini aku menulis terinspirasi dari sebuah kisah seseorang yang tulus tak meminta apapun dan tak menyimpan dendam sedikitpun.
      Apa itu cinta? Apakah cinta adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang bukan dirinya dan merasa asing? Ataukah cinta memberikan suatu kebahagiaan yang tak akan pernah didapat dari pengalaman apapun? Cinta. Cinta yang dimaksud kali ini adalah kasih sayang seorang perempuan terhadap seorang pria atau pria pada seorang perempuan. Dan mengapa ia hanya sering merasakan luka, sedih, dan kecewa? Lalu mengapa ia datang jika hanya ingin singgah melepas bosan? Mungkinkah tidak semua orang berhak mendapatkan cinta? Jika iya, sungguh ingin kuubah semua yang mencinta sepihak menjadi lupa akan cintanya, cinta yang hanya akan menyakiti dirinya.. Dan bila ia telah lupa, maka akan ada keajaiban dari seorang anak manusia datang pada dirinya dan memberinya cinta yang saling mencinta.
         Sebuah Puisi,


Tiada Arti

Malam menyapu seribu kenangan
Seiring angin menggoyahkan ranting
Menggugurkan dedaunan kering
Yang paginya usang diatas tanah

Mencoba ku langkahkan pikiran dari bermacam cerita
Rasa ini sesal tak berarti
Salah atau memang bukan jalan kita
Hanya sabda-sabda seputar hati terlalu ku resapi

Pada hati yang tak tahu dimana ia berlabuh
Pada diri yang tak tahu siapa sang pemilik
Menyerahkan sepenuh hati sudahlah letih
Hingga tiada rasa untuk berharap lagi

Karena memang bukan kita kan bersama
Aku  bak seutas tali pada layangan
Kau ulur dan kau tarik
Lalu kini putus tiada arti..


Oleh: Detri Novalia
8 Oktober 2014