Sajak Gelora Negeri
Ini cerita
sebuah renungan
Dalam
pagi, terik, senja, dan malam
Kilat petir menjilat-jilat
Tapi tak jua turun hujan
Tak takutkah ia menyambar?
Coba tengok!
Benar ada, kawanku ramai
langkahnya masih tegas
Menapak
langkah-langkah kecil di jalan gersang
Debu
berpusaran
Tapi debu
tak mampu usir jejak kami
Panas dingin rasa masalah
Gelora apinya tetap merah
menyala
Walau pepohonan terlena
ditiup angin malam
Tubuh tetap berdiri tegak
Tak goyah
Dari
pangkal hingga ujung pulau
Dengarlah
teriakan berkobar
Gali dalam-dalam
Sampai keringat bercucuran
jatuh di tanah
Tak pantang menyerah
Biar kau
mengais
Biar kau
menerkam
Kau
mencengkeram
Pikirmu
telah menerka ada gemerlap berlian
Wahai para pemimpin
Telapak-telapak kaki kumal
menujumu
Membawa lembaran sajak ini
Curahan jiwa pemuda pemudi
dalam serpihan mimpi
Bung! Marilah
bergandengan...
Tegapkan pundak
Jujur hadapi
Memikul
segala segalanya bagi Negeri
Hingga
sampai
Tiada
linangan merintih