Sabtu, 24 Agustus 2013

Sajak Gelora Negeri (Festival Seni)



Sajak Gelora Negeri



Ini cerita sebuah renungan
Dalam pagi, terik, senja, dan malam

Kilat petir menjilat-jilat
Tapi tak jua turun hujan
Tak takutkah ia menyambar?
Coba tengok!
Benar ada, kawanku ramai langkahnya masih tegas

Menapak langkah-langkah kecil di jalan gersang
Debu berpusaran
Tapi debu tak mampu usir jejak kami

Panas dingin rasa masalah
Gelora apinya tetap merah menyala
Walau pepohonan terlena ditiup angin malam
Tubuh tetap berdiri tegak
Tak goyah

Dari pangkal hingga ujung pulau
Dengarlah teriakan berkobar

Gali dalam-dalam
Sampai keringat bercucuran jatuh di tanah
Tak pantang menyerah

Biar kau mengais
Biar kau menerkam
Kau mencengkeram
Pikirmu telah menerka ada gemerlap berlian

Wahai para pemimpin
Telapak-telapak kaki kumal menujumu
Membawa lembaran sajak ini
Curahan jiwa pemuda pemudi dalam serpihan mimpi
Bung! Marilah bergandengan...
Tegapkan pundak
Jujur hadapi

Memikul segala segalanya bagi Negeri
Hingga sampai
Tiada linangan merintih


1 komentar: